Cerita Gue dan Sungai Elo

Buletinkaonak – Bicara tentang Kota Magelang banyak sekali tempat wisata yang ditawarkan di Kota Sejuta Bunga ini, mulai dari wisata budaya sampai wisata alamnya, contohnya saja Candi Borobudur yang masuk dalam 7 keajaiban dunia, Taman Kyai Langgeng, Ketep Pass, dan lain-lain  jadi tak heran deh Kota Magelang selalu ramai wisatawan dari seluruh penjuru dunia.

Dijaman now banyak wisatawan yang mulai meminati wisata ekstrim, karna selain memacu adrenalin juga bisa sebagai sarana olahraga. Nah di Magelang ada salah satu wisata ekstrim yang patut dicoba yaitu arung jeram atau rafting. Sudah banyak wisatawan yang mulai menggandrungi wisata ekstrim ini.

Terdapat beberapa sungai di Magelang yang dijadikan lokasi arung jeram seperti Sungai Elo dan Sungai Progo. Tetapi di Sungai Elo mempunyai tingkat kesulitan atau grade yang lebih rendah dibandingkan dengan Sungai Progo. Tingkat kesulitan atau Grade sendiri tergantung dari karakteristik sungai tersebut, dapat dilihat dari arus sungai, jeram dan rintangan yang ada di sungai. Butuh teknik khusus untuk menghadapi rintangan-rintangan tersebut.

Semakin tinggi grade semakin tinggi pula bahaya yang mengancam. Semakin tinggi bahaya semakin mahal pula biayanya pengarungan. Karena wisata ekstrem ini membutuhkan instruktur atau guide yang sudah handal dan berpengalaman jadi ngga boleh asal nyemplung sendiri.  Buat pemula atau yang baru mau coba disarankan ke Sungai Elo dulu deh karna Sungai Elo mempunyai arus yang cukup tenang dengan beberapa jeram, rintangannyapun tidak terlalu berbahaya. Selain menyehatkan wisata arung jeram ini juga cocok buat melepas penat, karna bersentuhan langsung dengan air dapat menyegarkan badan dan pikiran.

Untuk paket wisata arung jeram di Sungai Elo biasanya dipatok sekitar harga 600 ribu dengan fasilitas yang didapat meliputi perlengkapan pengarungan seperti perahu, dayung, helm, pelampung, kemudian snack, kelapa muda, makan, transport lokal, asuransi, dokumentasi, P3K dan guide arung jeram. Dalam satu perahu biasanya diisi 4 – 6 orang saja. Mulai start pengarungan dari Jembatan Blondo dan finish di Jembatan Mendut. Pengarungan sendiri dapat memakan waktu 2 – 3 jam.

Sebelum melakukan pengarungan kita diwajibkan melakukan pemanasan agar badan tidak kaku, selanjutnya instruktur arung jeram memberikan latihan dayungan untuk pengarungan dan pengarahan agar tidak panik saat nanti melewati jeram dan rintangan di sungai. Setelah dirasa cukup latihannya lanjut berdoa bersama agar diberi keselamatan. Ada beberapa teknik dayungan yang diberikan yaitu :

  1. Dayung maju, yang gunanya untuk menggerakkan perahu kedepan. Caranya gerakkan dayung dari depan ke belakang.
  2. Dayung mundur, gunanya untuk menurunkan gerakan perahu dan menggerakkan perahu kebelakang. Caranya gerakkan dayung dari belakang ke depan.
  3. C stroke, gunanya untuk membelokan perahu. Caranya dayung digerakan membentuk huruf “C” baik dari depan ke belakang dan di ikuti dengan gerakan badan. Dayung ini sangat penting di kuasai oleh seorang pemandu arung jeram karena dayung ini sangat efektif untuk membelokan perahu.
  4. J stroke, gunanya mempertahankan kemiringan perahu. Caranya dayung digerakan membentuk huruf “J” dari depan ke belakang.
  5. Dayung Tarik (Kanan) Tujuan dari dayung tarik ini yaitu untuk menggeser perahu kearah kanan.
  6. Dayung Tarik (Kiri) Dayung tarik (kiri) ini berlawanan dengan dayung kanan tarik. Tujuan dari dayung tarik ini yaitu untuk menggeser perahu kearah kiri.

Sebagai seorang instruktur atau guide wajib menguasai teknik dayungan, membaca jeram, macam-macam rintangan serta cara melewatinya, dan yang terpenting adalah self rescue. Karena semua itu demi keselamatan dirinya sendiri dan peserta yang dibawanya dan alat-alat rescue pun harus wajib dibawa oleh guide saat pengarungan.

Tak hanya sebagai wisata saja, arung jeram juga bisa dijadikan media olahraga minat khusus. Banyak organisasi khususnya pecinta alam di Indonesia menjadikan arung jeram sebagai divisi minat khusus di organisasinya dan memanfaatkan Sungai Elo sebagai media latihan arung jeram untuk yang masih pemula.

Olahraga arung jeram sendiri sering diperlombakan mulai dari tingkat nasional sampai tingkat internasional dan Indonesia sudah banyak mencetak atlet-atlet berprestasi di divisi ini yang biasanya tergabung dalam FAJI (Fsederasi Arung Jeram Indonesia).

 

Penulis: Mancia (GPA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *