Arung Jeram Olah Raga, Petualangan dan Bisnis

Buletinkaonak.com – Bagi para petualang arung jeram adalah olahraga yang penuh tantangan dan mengasyikkan. Dari olahraga dan wisata ini menghadapi kesulitan, tantangan, melawan ego dan menikmati keindahan alam. Arung jeram yang sempat di cap sebagai olahraga “pembawa maut” ternyata tidak seseram yang diduga banyak orang, memang ada beberapa korban saat menjalani olahraga ini, tetapi apabila perlengkapan memenuhi persyaratan dan petualangan memiliki pengetahuan tentang arung jeram maka kecelakaan bisa diminimalisir.

Pada tahun 70-an banyak korban yang meninggal saat arung jeram diantaranya pada saat Citarum Rally yang merenggut 7 korban jiwa. Pada tahun tersebut masih minim perlengkapan dan pengetahuan tentang olahraga arung jeram oleh karena itu beberapa perlombaan ijinnya dipersulit bahkan ada yang ditolak, sehingga olahraga arung jeram menjadi terpuruk dan tidak popular di Indonesia pada tahun itu.

Dari segi resikonya olahraga arung jeram memang olahraga yang tergolong beresiko tinggi ( high risk sport). Namun sebenarnya olahraga ini sama dengan olahraga menantang lainnya seperti terjun payung dan panjat tebing. Jadi kesalahan bukan pada olahraganya tetapi pada manusianya.

Dunia arung jeram di Indonesia sebenarnya terlambat 10 tahun dibandingkan dengan negara Amerika Serikat. Di negara Paman Sam ini arung jeram termasuk olahraga popular dan bahkan laris dibisniskan. Di Colorado, bisnis dibidang ini termasuk penyumbang terbesar pendapatan negara itu. Semantara dinegara lain olahraga arung jeram sudah begitu maju, di Indonesia malah memakan korban. Maka untuk menyatukan persepsi tentang seluk beluk olahraga arung jeram termasuk pendidikannya maka pada tanggal 29 Maret 1996 dibentuklah Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) oleh pecinta dan pelaku Arung Jeram.

Beberapa tahun sebelum itu sekitar tahun 1992 bisnis arung jeram mulai menjamur, sedangkan cikal bakal bisnis arung jeram sudah dimulai oleh SOBEK internasional pada tahun 80-an yang menggarap sungai alas di Aceh. Sebenarnya arung jeram selain olahraga petualangan juga dapat dibisniskan.

(sumber: buletinkaonak edisi 21, ocrot)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *